AUTOCHIPST
Materinya teknologi Mesin
Senin, 10 Desember 2012
Rabu, 05 Desember 2012
SUSPENSI
1. URAIAN

Sistem suspensi terletak diantara body kendaraan dan
roda-roda, dan dirancang untuk menyerap kejutan dari permukaan jalan sehingga
menambah kenikmatan dan stabilitas berkendaraan serta memperbaiki kemampuan
cengkram roda terhadap jalan. Suspensi terdiri dari pegas, shock absorber,
stabilizer dan sebagainya. Pada umumnya suspensi dapat digolongkan menjadi
suspensi tipe rigid (rigid axle suspension) dan tipe bebas (independent
suspension). Suspensi menghubungkan body kendaraan dengan roda-roda dan berfungsi sebagai
berikut :
1. Menyerap getaran, kejutan
dari permukaan jalan, sehingga menambah kenyamanan bagi penumpangnya.
2. Memindahkan gaya pengereman dan
gaya gerak ke body melalui gesekan antara jalan dengan roda-roda
3. Menopang body pada axle dan memelihara letak geometris antara body dan roda-roda.
2. KOMPONEN UTAMA
3. Menopang body pada axle dan memelihara letak geometris antara body dan roda-roda.
2. KOMPONEN UTAMA
·
PEGAS
Pegas berfungsi menyerap kejutan dari jalan dan
getaran roda-roda agar tidak diteruskan ke body kendaraan secara langsung.
Disamping itu untuk menambah kemampuan cengkram ban terhadap permukaan
jalan.Ada tiga tipe pegas, yaitu :
1. Pegas Koil (Coil Spring) ; dibuat dari batang baja khusus dan berbentuk spiral.


2. Pegas Daun (Leaf Spring) ; dibuat dari bilah baja yang bengkok dan lentur.

3. Pegas Batang Torsi (torsion bar spring) ; dibuat dari batang baja yang elastis terhadap puntiran.

1. Pegas Koil (Coil Spring) ; dibuat dari batang baja khusus dan berbentuk spiral.


2. Pegas Daun (Leaf Spring) ; dibuat dari bilah baja yang bengkok dan lentur.

3. Pegas Batang Torsi (torsion bar spring) ; dibuat dari batang baja yang elastis terhadap puntiran.

·
SHOCK ABSORBER
Apabila pada suspensi hanya terdapat pegas, kendaraan akan cenderung beroskilasi naik turun pada waktu menerima kejutan dari jalan. Akibatnya berkendaraan menjadi tidak nyaman. Untuk itu shock absorber dipasang untuk meredam oskilasi dengan cepat agar memperoleh kenikmatan berkendaraan dan kemampuan cengkeram ban terhadap jalan.Di dalam shock absorber telescopic terdapat cairan khusus yang disebut minyak shock absorber. Pada shock absorber tipe ini, gaya redamnya dihasilkan oleh adanya tahanan aliran minyak karena melalui orifice (lubang kecil) pada waktu piston bergerak.
Tipe Shock AbsorberShock absorber dapat digolongkan menurut cara kerjanya, kontruksi, dan medium kerjanya.
1) Menurut Cara Kerjanya a. Shock absorber kerja tunggal (single action), Efek meredam hanya terjadi pada waktu shock absorber berekspansi. Sebaliknya pada saat kompresi tidak terjadi efek meredam.
b. Shock absorber kerja ganda (Multiple action), Baik saat ekspansi maupun kompresi absorber selalu bekerja meredam. Pada umumnya kendaraan sekarang menggunakan tipe ini.

2) Menurut Konstruksi
a. Shock absorber tipe
twin tube, di dalam shock absorber tipe ini terdapat pressure tube dan
outer tube yang membatasi working chamber (silinder dalam) dan reservoir
chamber (silinder luar)
.
b. Shock absorber tipe mono-tube ,di dalam shock absorber hanya terdapat satu silinder (atau tanpa reservoir)
b. Shock absorber tipe mono-tube ,di dalam shock absorber hanya terdapat satu silinder (atau tanpa reservoir)
3) Menurut Media Kerjanya a. Shock absorber tipe hidraulis, di dalamnya hanya terdapat minyak shock absorber sebagai medium kerja
.
b. Shock absorber berisi gas adalah absorber hidraulis yang diisi dengan gas. Gas yang biasanya digunakan adalah gas nitrogen
.
b. Shock absorber berisi gas adalah absorber hidraulis yang diisi dengan gas. Gas yang biasanya digunakan adalah gas nitrogen
.
·
BALL JOINT
Ball
joint menerima beban vertikal maupun lateral. Disaamping itu juga
berfungsisebagai sumbu putaran roda pada saat kendaraan membelok. Di bagian
dalam ball joint terdapat gemuk untuk melumasi bagian yang bergesekan.
·
STABILIZER BAR
1. Uraian
Stabilizer bar berfungsi untuk
mengurangi kemiringan kendaraan akibat gaya sentrifugal pada saat kendaraan
membelok. Disamping itu untuk meningkatkan traksi ban.
Untuk
suspensi depan, stabilizer bar biasanya dipasang pada kedua lower arm melalui
bantalan karet dan linkage. Pada bagian tengah diikat ke frame atau body pada
dua tempat melalui bushing.
2.Cara kerja
Bila roda kanan dan kiri bergerak ke atas dan ke bawah secara
bersamaan dengan arah dan jarak yang sama, stabilizer bar harus bebas dari
puntiran.
Umumnya pada saat kendaraan membelok, pegas roda bagian luar (outer
spring) tertekan dan pegas roda bagian dalam (inner) mengembang. Akibatnya
stabilizer bar akan terpuntir karena salah satu ujungnya tertekan ke atas dan
ujung lainnya bergerak ke bawah. Batang stabilizer cenderung menahan terhadap
puntiran. Tahanan terhadap puntiran ini berfungsi mengurarg body roll dan
memelihara body dalam batas Kemiringan yang aman. Seperti diperlihatkan pada
gambar di bawah, salah satu ujung strut bar dipasang pada lower suspension arm
dan ujung lainnya diikat ke bracket strut bar yang diikatkan ke body atau cross
member melalui bantalan karet. Strut bar berfungsi untuk menahan lower arm agar
tidak bergerak maju atau mundur pada saat menerima kejutan dari permukaan jalan
yang tidak rata atau dorongan akibat terjadinya pengereman.
2.Cara kerja
Bila roda kanan dan kiri bergerak ke atas dan ke bawah secara
bersamaan dengan arah dan jarak yang sama, stabilizer bar harus bebas dari
puntiran.
Umumnya pada saat kendaraan membelok, pegas roda bagian luar (outer
spring) tertekan dan pegas roda bagian dalam (inner) mengembang. Akibatnya
stabilizer bar akan terpuntir karena salah satu ujungnya tertekan ke atas dan
ujung lainnya bergerak ke bawah. Batang stabilizer cenderung menahan terhadap
puntiran. Tahanan terhadap puntiran ini berfungsi mengurarg body roll dan
memelihara body dalam batas Kemiringan yang aman. Seperti diperlihatkan pada
gambar di bawah, salah satu ujung strut bar dipasang pada lower suspension arm
dan ujung lainnya diikat ke bracket strut bar yang diikatkan ke body atau cross
member melalui bantalan karet. Strut bar berfungsi untuk menahan lower arm agar
tidak bergerak maju atau mundur pada saat menerima kejutan dari permukaan jalan
yang tidak rata atau dorongan akibat terjadinya pengereman.
·
LATERAL CONTROL ROD
Lateral control rod dipasang diantara axle dan body kendaraan. Tujuannya
untuk menahan axle pada posisinya terhadap beban dari samping.
·
STRUT BAR
Strut
bar berfungsi untuk menahan lower arm agar tidak bergerak maju mundur pada saat
menerima kejutan dari permukaan jalan yang tidak rata / dorongan akibat
terjadinya pengereman
·
BUMPER
Pada saat kendaraan melalui jalan yang berlubang atau
tonjolan besar, pegas mengerut dan mengembang secara berlebihan. Keadaan ini
dapat menyebabkan kerusakan komponen lainnya. Untuk itu bounding dan rebounding
bumper dipasang sebagai pelindung frame, axle, shock absorber dan lain-lain
pada waktu pegas mengerut dan mengembang di luar batas maksimumnya.
OSKILASI BODY
a. PITCHING
Pitching adalah gerakan atau bergoyang bagian depan dan belakang
kendaraan ke atas dan ke bawah terhadap titik pusat grafitasi kendaraan. Gejala
ini terjadi ketika kendaraan melalui jalan yang bertonjolan atau lubang.
Disamping itu pitching mudah terjadi pada kendaraan yang pegasnya lemah.
b. ROLLING Bila kendaraan membelok atau melalui tonjolan jalan, maka pegas pada satu sisi kendaraan mengembang dan pegas pada sisi lainnya mengerut. Keadaan ini mengakibatkan body rolling pada arah samping (sisi ke sisi).
c. BOUNCHING Bounching adalah gerakan naik turun body kendaraan secara keseluruhan. Gejala ini mungkin terjadi pada kecepatan kendaraan tinggi dan pada jalan bergelombang, demikian pula bila pegas suspensi lemah.
d. YAWING Yawing adalah gerakan body kendaraan mengarah memanjang ke kanan dan ke kiri terhadap titik berat kendaraan. Yawing kemungkinan terjadi pada jalan yang menyebabkan pitching.
b. ROLLING Bila kendaraan membelok atau melalui tonjolan jalan, maka pegas pada satu sisi kendaraan mengembang dan pegas pada sisi lainnya mengerut. Keadaan ini mengakibatkan body rolling pada arah samping (sisi ke sisi).
c. BOUNCHING Bounching adalah gerakan naik turun body kendaraan secara keseluruhan. Gejala ini mungkin terjadi pada kecepatan kendaraan tinggi dan pada jalan bergelombang, demikian pula bila pegas suspensi lemah.
d. YAWING Yawing adalah gerakan body kendaraan mengarah memanjang ke kanan dan ke kiri terhadap titik berat kendaraan. Yawing kemungkinan terjadi pada jalan yang menyebabkan pitching.
3. TIPE DAN KARAKTERISTIK SUSPENSI
Menurut konstruksinya suspensi dapat digolongkan menjadi dua tipe. 1. Rigid suspension. Pada suspensi tipe rigid, roda kiri dan kanan dihubungkan oleh axle tunggal.
2. Independent
suspension.
Pada suspensi model bebas
(independent suspension, roda kiri dan kanan tidak dihubungkan secara langsung
pada axle tunggal.
Pada
suspensi model bebas (independent suspension), masing-masing pada roda kiri dan
kanan bergerak bebas (independen).Pada suspensi rigid axle (rigid axle
suspension), roda kiri dan kanan dihubungkan oleh axle tunggal. Axle
dihubungkan ke body dan frame melalui pegas (pegas daun atau pegas koii)
.
Suspensi rigid banyak digunakan pada roda depan dan belakang bus dan truck dan
pada roda belakang mobil penumpang. Hal ini karena konstruksinya kuat dan
sederhana Kedua roda dapat bergerak secara bebas tanpa saling
mempengaruhi. Biasanya suspensi model bebas ini digunakan pada roda depan mobil
penumpang dan truck kecil. Sekarang suspensi model bebas digunakan juga pada
roda belakang mobil penumpang.
4. SISTEM SUSPENSI DEPAN
Perbedaan besar antara suspensi depan dan belakang disebabkan roda depan dapat membelok. Ketika kendaraan membelok atau melalui jalan yang tidak rata, roda-rodanya menerima gaya dari permukaan jalan. Suspensi berfungsi menyerap gaya-gaya ini agar kendaraan berjalan sesuai dengan arah yang diinginkan. Disamping itu untuk mencegah roda bergoyang, bergerak ke arah depan, belakang, samping, secara berlebihan, atau merubah kemiringan roda, hal ini akan mempengaruhi kestabilan kendaraan. Karena faktor inilah suspensi model bebas sering digunakan pada roda depan. Sebagai contoh suspensi model bebas adalah tipe Macpherson strut dan tipe double wishbone.
TIPE MACPEHERSON STRUT

Suspensi tipe ini banyak digunakan pada roda depan. Konstruksi dari suspensi tipe strut adalah : lower arm, strut bar, stabilizer bar dan strut assembly. Ujung lower arm dipasang pada suspension member melalui bushing karet dan dapat bergerak naik turun. Ujung lainnya dipasang ke steering knuckle arm melalui ball joint. Sebagai bagian dari suspension linkage, shock absorber berfungsi menyerap kejutan dari jalan dan menopang berat kendaraan. Bagian atasnya dipasang pada fender apron melalui bantalan karet dan bearing. Bagian bawah strut diikat dengan baut pada steering knuckle
TIPE MACPHERSON STRUT DENGAN LOWER ARM BERBENTUK L

Suspensi tipe ini banyak digunakan pada roda depan. Konstruksi dari suspensi tipe strut adalah : lower arm, strut bar, stabilizer bar dan strut assembly. Ujung lower arm dipasang pada suspension member melalui bushing karet dan dapat bergerak naik turun. Ujung lainnya dipasang ke steering knuckle arm melalui ball joint. Sebagai bagian dari suspension linkage, shock absorber berfungsi menyerap kejutan dari jalan dan menopang berat kendaraan. Bagian atasnya dipasang pada fender apron melalui bantalan karet dan bearing. Bagian bawah strut diikat dengan baut pada steering knuckle
Ada
beberapa macam bentuk lower arm yang digunakan untuk menopang roda dan bodi
kendaraan. Diantaranya adalah bentuk lower arm berbentuk L. bentuk ini ada yang
digunakan pada kendaraan yang mesinnya di depan dan penggeraknya roda depan.
Lower arm bentuk L in! diikat pada body pada dua tempat melalui bushing dan ke
steering knuckle melalui ball joint. Keuntungannya dapat menahan gaya dari arah
samping maupun arah depan belakang sehingga tidak perlu menggunakan strut bar.
TIPE DOUBLE WISHBONE DENGAN PEGAS KOIL
TIPE DOUBLE WISHBONE DENGAN PEGAS KOIL
Suspensi model bebas ini banyak digunakan pada roda depan mobil penumpang dan truck kecil. Konstruksinya adalah roda dipasang pada body melalui dua lengan suspensi (upper dan lower arm). Shock absorber dan pegas koil dipasang diantara kedua arm tersebut di atas, steering knuckle dan frame. Salah satu ujung arm dipasang pada body atau frame melalui bushing, dan ujung lainnya pada steering knuckle melaui ball joint. Bagian atas shock absorber diikat pada body atau frame, dan bagian bawahnya ke lower arm. Pegas koil terletak diantara lower arm dan body atau frame.
Suspensi model bebas ini banyak digunakan pada roda depan mobil penumpang dan truck kecil. Konstruksinya adalah roda dipasang pada body melalui dua lengan suspensi (upper dan lower arm). Shock absorber dan pegas koil dipasang diantara kedua arm tersebut di atas, steering knuckle dan frame. Salah satu ujung arm dipasang pada body atau frame melalui bushing, dan ujung lainnya pada steering knuckle melaui ball joint. Bagian atas shock absorber diikat pada body atau frame, dan bagian bawahnya ke lower arm. Pegas koil terletak diantara lower arm dan body atau frame.
Perbedaan besar antara suspensi depan dan belakang disebabkan roda depan dapat membelok. Ketika kendaraan membelok atau melalui jalan yang tidak rata, roda-rodanya menerima gaya dari permukaan jalan. Suspensi berfungsi menyerap gaya-gaya ini agar kendaraan berjalan sesuai dengan arah yang diinginkan. Disamping itu untuk mencegah roda bergoyang, bergerak ke arah depan, belakang, samping, secara berlebihan, atau merubah kemiringan roda, hal ini akan mempengaruhi kestabilan kendaraan. Karena faktor inilah suspensi model bebas sering digunakan pada roda depan. Sebagai contoh suspensi model bebas adalah tipe Macpherson strut dan tipe double wishbone.
TIPE MACPEHERSON STRUT

Suspensi tipe ini banyak digunakan pada roda depan. Konstruksi dari suspensi tipe strut adalah : lower arm, strut bar, stabilizer bar dan strut assembly. Ujung lower arm dipasang pada suspension member melalui bushing karet dan dapat bergerak naik turun. Ujung lainnya dipasang ke steering knuckle arm melalui ball joint. Sebagai bagian dari suspension linkage, shock absorber berfungsi menyerap kejutan dari jalan dan menopang berat kendaraan. Bagian atasnya dipasang pada fender apron melalui bantalan karet dan bearing. Bagian bawah strut diikat dengan baut pada steering knuckle
TIPE MACPHERSON STRUT DENGAN LOWER ARM BERBENTUK L

Suspensi tipe ini banyak digunakan pada roda depan. Konstruksi dari suspensi tipe strut adalah : lower arm, strut bar, stabilizer bar dan strut assembly. Ujung lower arm dipasang pada suspension member melalui bushing karet dan dapat bergerak naik turun. Ujung lainnya dipasang ke steering knuckle arm melalui ball joint. Sebagai bagian dari suspension linkage, shock absorber berfungsi menyerap kejutan dari jalan dan menopang berat kendaraan. Bagian atasnya dipasang pada fender apron melalui bantalan karet dan bearing. Bagian bawah strut diikat dengan baut pada steering knuckle
Ada
beberapa macam bentuk lower arm yang digunakan untuk menopang roda dan bodi
kendaraan. Diantaranya adalah bentuk lower arm berbentuk L. bentuk ini ada yang
digunakan pada kendaraan yang mesinnya di depan dan penggeraknya roda depan.
Lower arm bentuk L in! diikat pada body pada dua tempat melalui bushing dan ke
steering knuckle melalui ball joint. Keuntungannya dapat menahan gaya dari arah
samping maupun arah depan belakang sehingga tidak perlu menggunakan strut bar.TIPE DOUBLE WISHBONE DENGAN PEGAS KOIL
TIPE DOUBLE WISHBONE DENGAN PEGAS KOIL

Suspensi model bebas ini banyak digunakan pada roda depan mobil penumpang dan truck kecil. Konstruksinya adalah roda dipasang pada body melalui dua lengan suspensi (upper dan lower arm). Shock absorber dan pegas koil dipasang diantara kedua arm tersebut di atas, steering knuckle dan frame. Salah satu ujung arm dipasang pada body atau frame melalui bushing, dan ujung lainnya pada steering knuckle melaui ball joint. Bagian atas shock absorber diikat pada body atau frame, dan bagian bawahnya ke lower arm. Pegas koil terletak diantara lower arm dan body atau frame.
Suspensi model bebas ini banyak digunakan pada roda depan mobil penumpang dan truck kecil. Konstruksinya adalah roda dipasang pada body melalui dua lengan suspensi (upper dan lower arm). Shock absorber dan pegas koil dipasang diantara kedua arm tersebut di atas, steering knuckle dan frame. Salah satu ujung arm dipasang pada body atau frame melalui bushing, dan ujung lainnya pada steering knuckle melaui ball joint. Bagian atas shock absorber diikat pada body atau frame, dan bagian bawahnya ke lower arm. Pegas koil terletak diantara lower arm dan body atau frame.
Senin, 26 November 2012
MESIN BENSIN
Mesin mobil merupakan pembangkit
tenaga (gerak), pada mesin inilah dibangkitkan tenaga yang kemudian menlmbulkan
gerak putar. Bagian-bagian motor dapat dipisahkan menjadi dua yakni bagian yang
bergerak dan bagian yang tak bergerak. Sistim yang ada pada sebuah motor
terdiri atas sistem bahan bakar, sistim pelumasan, dan sistim pendingin Motor
dibedakan dari proses kerjanya yaitu motor empat (4) takt dan motor 2 takt.
Sedangkan berdasarkan penyalaan bahan bakarnya motor juga dibedakan menjadi 2
yaitu motor bensin dan motor diesel.
Motor bensin dan motor diesel bekerja dengan torak bolak
balik (naik turun pada motor gerak). Keduanya bekerja pada prinsip 4 langkah
dan prinsip ini umumnya digunakan pada teknik mobil. Untuk motor dengan
penyalaan busi disebut motor bensin dengan menggunakan bahan bakar
bensin(premium), sedangkan untuk motor diesel menggunakan bahan bakar solar
atau minyak diesel.
Dalam proses pembakaran tenaga panas bahan bakar diubah
ketenaga mekanik melalui pembakaran bahan bakar didalam motor. Pembakaran
adalah proses kimia dimana Karbondioksida dan zat air bergabung dengan oksigen
dalam udara. Jika pembakaran berlangsung maka diperlukan : a)Bahan bakar dan
udara dimasukkan kedalam motor b)Bahan bakar dipanaskan hingga suhu tinggi
Pembakaran menimbulkan panas dan menghasilkan tekanan, kemudian menghasilkan
tenaga mekanik. Campuran masuk kedalam motor mengandung udara dan bahan bakar.
Perbandingan campuran kira kira 12-15 berbanding 1 setara 12-15 kg udara dalam
1 kg bahan bakar. Yaitu karbon dioksida 85% dan zat asam (Oksigen) 15 % atau
1/5 bagian dengan karbon dioksida dan zat air. Zat lemas (N) tidak mengambil
bagian dalam pembakaran.
Jika diperhatikan lebih jauh terdapat banyak perbedaan antara motor bensin dan motor diesel:
Jika diperhatikan lebih jauh terdapat banyak perbedaan antara motor bensin dan motor diesel:
·
Perbedaan
motor diesel dan bensin:
No.
|
Mesin bensin
|
Mesin diesel
|
1
|
Gas yang diisap
pada langkah hisap adalah campuran antara bahan bakar dan udara
|
Gas yang diisap
pada langkah hisap adalah udara saja
|
2
|
Bahan
bakar terbakar oleh loncatan bunga api busi
|
Bahan
bakar terbakar oleh suhu kompresi tinggi.
|
3
|
Getarannya
besar dan agak berisik
|
Getarannya
lebih kecil
|
4
|
menggunakan
busi
|
menggunakan
injector (nozzel)
|
·
Kelebihan
dan kekurangan antara motor bensin dan motor diesel
Kelebihan;
Getaran motor bensin lebih halus dan pada ukuran dan
kapasitas yang sama mesin motor bensin lebih ringan
Kekurangan;
Motor bensin tidak tahan bekerja terus-menerus dalam waktun
yang lama sedangkan diesel
sebaliknya. Dengan medan yang berat
sebaliknya. Dengan medan yang berat
Motor bensin peka pada suhu yang tinggi terutama komponen
sistem pengapiannya,
sedangkan motor diesel tahan bekerja pada suhu yang tinggi
sedangkan motor diesel tahan bekerja pada suhu yang tinggi
Bahan bakar motor bensin harus bermutu baik karena peka
terhadap bahan bakar, beda dengan dengan motor diesel hampir dapat menggunakan
bahan bakar dari berbagai jenis dan mutu.
Keduanya baik motor bensin dan diesel keduanya bekerja dengan proses 4 tak dan 2 tak, dimana
motor 4 tak adalah motor yang bekerja setiap satu kali pembakaran bahan bakamya memerlukan
4 kali langkah piston atau 2 kali putaran poros engkol.
Keduanya baik motor bensin dan diesel keduanya bekerja dengan proses 4 tak dan 2 tak, dimana
motor 4 tak adalah motor yang bekerja setiap satu kali pembakaran bahan bakamya memerlukan
4 kali langkah piston atau 2 kali putaran poros engkol.
PRINSIP KERJA MOTOR
BENSIN EMPAT LANGKAH
1.Langkah Hisap
Dalam langkah ini, campuran bahan bakar dan
bensin di hisap ke dalam silinder.Katup hisap membuka sedangkan katup buang
tertutup. Waktu torak bergerak dari titik mati atas ( TMA ) ke titik mati bawah
(TMB), menyebabkan ruang silinder menjadi vakum dan menyebabkan masuknya
campuran udara dan bahan bakar ke dalam silinder yang disebabkan adanya tekanan
udara luar.
2.Langkah Kompresi
Dalam langkah ini,
campuran udara dan bahan bakar dikompresikan. Katup hisap dan katup buang
tertutup. Waktu torak naik dari titik mati bawah (TMB) ke titik mati atas
(TMA), campuran yang dihisap tadi dikompresikan. Akibatnya tekanan dan
temperaturnya akan naik, sehingga akanmudah terbakar. Saat inilah percikan api dari busi terjadi . Poros engkol berputar satu kali ketika torak mencapai titk mati atas ( TMA ). ( Sumber : New Step 1, hal 3 -4)
3.Langkah Usaha
Dalam langkah ini, mesin
menghasilkan tenaga untuk menggerakkan kendaraan. Saat torak mencapai titik
mati atas ( TMA ) pada saat langkah kompresi, busi memberikan loncatan bunga
api pada campuran yang telah dikompresikan. Dengan adanya pembakaran,
kekuatan dari tekanan gas pembakaran yang tinggi mendorong torak ke bawah.
Usaha ini yang menjadi tenaga mesin.
4.Langkah Buang
Dalam langkah ini, gas
yang sudah terbakar, akan dibuang ke luar silinder. Katup buang membuka
sedangkan katup hisap tertutup.Waktu torak bergarak dari titik mati bawah ( TMB
) ke titik mati atas ( TMA ), mendorong gas bekas keluar dari silinder. Pada
saat akhir langkah buang dan awal langkah hisap kedua katup akan membuka
sedikit ( valve overlap ) yang berfungsi sebagai langkah pembilasan ( campuran
udara dan bahan bakar baru mendorong gas sisa hasil pembakaran ). Ketika torak
mencapai TMA, akan mulai bergerak lagi untuk persiapan langkah berikutnya,
yaitu langkah hisap. Poros engkol telah melakukan 2 putaran penuh dalam satu
siklus yang terdiri dari empat langkah yaitu, 1 langkah hisap, 1 langkah
kompresi, 1 langkah usaha, 1 langkah buang yang merupakan dasar kerja dari pada
mesin empat langkah.
Proses Kerja adalah keseluruhan langkah yang berurutan untuk
terjadinya satu siklus kerja dari motor. Proses kerja ini terjadi berurutan dan
berulang-ulang. Piston motor bergerak bolak balik dari titik mati atas (TMA) ke
titik mati bawah (TMB) dan dari titik mati bawah (TMB) ke titik mati atas (TMA)
pada langkah selanjutnya
Pada motor empat langkah, proses kerja motor diselesaikan
dalam empat langkah piston. Langkah pertama yaitu piston bergerak dari TMA ke
TMB, disebut langkah pengisian. Langkah kedua yaitu piston bergerak dari TMB ke
TMA disebut langkah kompresi. Langkah ketiga piston bergerak dari TMA ke TMB
disebut langkah usaha. Pada langkah usaha in terjadilah proses pembakaran bahan
bakar (campuran udara dan bahan bakar) didalam silinder motor / ruang
pembakaran yang menghasilkan tenaga yang mendorong piston dariTMA keTMB.
Langkah keempat yaitu piston bergerak dari TMB ke TMA disebut langkah
pembuangan. Gas hasil pembakaran didorong oleh piston keluar silinder motor.
Jadi pada motor empat langkah proses kerja mptor untuk menghasilkan satu
langkah usaha (yang menghasilkan tenaga) diperlukan empat langkah piston. Empat
langkah piston berarti sama dengan dua kali putaran poros engkol.
PRINSIP KERJA MOTOR
BENSIN DUA LANGKAH
Pada motor dua langkah proses kerja
motornya untuk mendapatkan satu kali langkah usaha hanya diperlukan dau kali
langkah piston. Motor dua langkah yang paling sederhana, pintu masuk atau
lubang masuk dan lubang buang terletak berhadap-hadapan yaitu berada pada sisi
bawah pada dinding silinder motor. Proses kerjanya adalah sebagai berikut.
Piston berada TMB, kedua lubang (masuk dan buang) sama sama terbuka kemudian
campuran udara dan bahan bakar dimasukkan kedalam silinder melalui lubang
masuk. Gerakan piston dari TMB ke TMA, maka lubang masukakan tertutup dan
tertutup pula lubang buang.maka terjadilah langkah kompresi. Pada akhir langkah
kompresi ini terjadilah pembakaran gas bahan bakar. Dengan terjadinya pembakaran
gas bahan bakar maka dihasilkan tenaga pembakaran yang mendorong piston ke
bawah dari TMA ke TMB. Langkah usaha terakhir terjadilah pembuangan gas bekas
begitu terbuka lubang buang. Sesudah itu terbuka pula lubang masuk sehingga
terjadi pemasukkan gas baru sekaligus mendorong mendorong gas bekas keluar
melalui lubang buang. Dengan demikian pada motor dua langkah proses motor untuk
menghasilkan satu kali langkah usaha / pembakaran gas dalam silinder , hanya
diperlukan dua langkah piston . dilihat dari putaran poros engkolnya diperlukan
satu kali putaran poros engkol.
Langkah Kerja Motor
Bensin 2 tak .

Dalam motor bensin 2 tak, piston melakukan 2 kali langkah
kerja dalam 1 kali langkah usaha antara lain :
1. Langkah kompresi dan langkah hisap.
pada langkah ini dalam motor 2 tak terjadi 2 aksi berbeda
yang terjadi secara bersamaan yaitu aksi kompresi yang terjadi pada ruang
silinder atau pada bagian atas dari piston dan aksi hisap yang terjadi pada
ruang engkol atau pada bagian bawah piston.
Sedangkan
yang terjadi dalam langkah ini adalah
Langganan:
Postingan (Atom)




.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
